Harga Gas Mahal, Banyak Aktor Industri Tahan Ekspansi Bisnis

Direktur Industri Kimia Basic Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Muhammad Khayam mengungkapkam, sekarang ini banyak aktor industri yang menahan pemgembangan usaha atau ekspansi karna harga gas industri yang masih tetap tinggi.

” Investasi yang juga akan masuk banyak, jadi istilahnya mengalah sedikit (turunkan harga gas industri) agar ngasih jalan. Bila selalu ditahan begini kelak mereka mencari negara yang lebih murah, ” tutur Khayam waktu acara ” Gas untuk Industri Pelajarian Industri Favorit Prioritas ” di Kemenperin, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Walau sebenarnya, lanjut Khayam, Indonesia mempunyai Gagasan Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) pada 2015 sampai 2035 yang membidik perkembangan industri sampai 7 hingga 8 %.

Khayam menyatakan, investasi mesti selalu ditingkatkan manfaat memberi peran yang semakin besar pada product domestik bruto (PDB). Penurunan harga gas industri bisa mendorong daya saing ataupun menarik ketertarikan investasi asing serta menyumbang penerimaan negara lewat bidang pajak.

“Belum sekali lagi bila perusahaan itu export, kelak ada devisa, hingga tertutup penurunan harga gas di hulu itu, ” tuturnya.

Sebab, berdasar pada data Kemenperin, sekarang ini pemakaian gas bumi pada th. 2016 terdaftar sebesar 58, 4 % untuk domestik, serta 41, 6 % untuk export. Pemakaian gas bumi domestik sendiri didominasi oleh bidang industri sebesar 21, 68 %, kelistrikan 15, 71 %, serta pupuk 9, 95 %.

Harga Gas Industri Turun pada Awal 2017

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebutkan, kajian harga gas industri juga akan rampung November ini serta implementasinya juga akan dikerjakan pada awal th. 2017.

” Dasarnya insya Allah semuanya sesuai sama tujuan. Awal th. dapat bergerak. Untuk yang belum juga usai dibicarakan, juga akan dikerjakan minggu depan, ” tutur Airlangga di Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Untuk sekarang ini, yang sudah disetujui yaitu tiga bidang industri yang memperoleh harga gas kompetitif, yakni industri pupuk, baja, serta petrokimia.

Disamping itu, bidang industri yang lain tetap dalam kajian selanjutnya oleh tim tehnis yang di buat pemerintah serta juga akan usai 1 minggu sampai 10 hari ke depan.

” Yang telah sepaham pokoknya tiga dari 11 bidang. Tim tehnis juga akan selekasnya bekerja. Tim ini dari Dirjen Perindustrian, dari ESDM, deputi BUMN, dan kelak dari keuangan. Tujuan kerja satu minggu hingga 10 hari, ” tuturnya.

Airlangga menerangkan, penurunan harga gas industri juga akan mempunyai efek berganda pada perekonomian di Indonesia.

” Kelak kita saksikan bidangnya karna ini berkaitan devisa, employment, serta berkaitan penciptaan perkembangan industri. Terlebih Ayah Presiden (Joko Widodo) dalam rapat kabinet membidik 5, 5 dollar AS per Million Metric British Thermal Unit (MMbtu) pada 2018, ” tuturnya.

Terlebih dulu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memohon harga gas industri di turunkan sampai dibawah 6 dollar AS per MMbtu serta Presiden membidik deadline penurunan harga itu pada November 2016.

Dari data Kemenperin sekarang ini, harga gas industri di Indonesia rata-rata 8-10 dollar AS per Million Metric British Thermal Unit (MMbtu), lebih mahal dibanding dengan negara-negara ASEAN.

Harga gas industri di Singapura sekitaran 4-5 dollar AS per MMbtu, Malaysia 4, 47 dollar AS per MMbtu, Filipina 5, 43 dollar AS per MMbtu, serta Vietnam sekitaran 7, 5 dollar AS per MMbtu.